Sky Sucahyo resmi kembali dengan single terbaru berjudul “Pretty Ugly”, lagu pembuka menuju album debutnya, Foreign Language.
Dirilis bertepatan dengan Hari Valentine, “Pretty Ugly” tidak sepenuhnya berbicara tentang romansa. Sky menyebut lagu ini justru lahir dari fase penuh keraguan dan refleksi diri.
“Ini lagu tentang self-hate. Gue menulisnya di fase ketika merasa bukan jadi orang yang baik. Bangun pagi dengan rasa tidak bangga pada diri sendiri. Tapi orang-orang terdekat tetap ada dan mendukung. Jadi ini juga tribute untuk mereka,” ujar Sky.
Lewat lirik yang jujur dan personal, “Pretty Ugly” menjadi ekspresi keberanian untuk mengakui sisi rapuh.
Menuju Album Debut Foreign Language
Pemilihan “Pretty Ugly” sebagai single pembuka bukan tanpa alasan. Album Foreign Language disebut akan merangkum berbagai ketidakpastian yang Sky rasakan dalam beberapa tahun terakhir—mulai dari cinta, karier, hingga pencarian jati diri.
Sky berharap lagu-lagunya bisa terasa relevan dan memberi ketenangan bagi pendengar. “Kita semua sebenarnya sedang menjalani hidup untuk pertama kalinya,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa perubahan emosi adalah hal yang wajar. “Perasaan bisa berubah seiring waktu. Itu bukan berarti kita kehilangan diri sendiri, tapi karena emosi selalu berkaitan dengan konteks momen.”
Kolaborasi dan Tim Produksi
“Pretty Ugly” dirilis di bawah naungan FFWD Records dengan Microgram sebagai manajemen.
Dalam proses produksinya, Sky bekerja sama dengan:
Daniel Hasudungan (produser)
Fernanda Gunsan (drum)
Johanes Abiyoso (recording, mixing, mastering, bass)
Buggy Adrianto (drum)
Rizal Polii (trumpet)
Sky mengaku beruntung dikelilingi tim yang memahami visinya, termasuk untuk materi lagu yang sebagian telah ditulis hampir satu dekade lalu.
“Pretty Ugly” kini sudah tersedia di seluruh platform streaming digital dan menjadi langkah awal menuju perilisan album debut Foreign Language.
